SMA BOPKRI 2 jL. JEND. SUDIRMAN 87 YOGYAKARTA udah pindah ke http://crayonshinchan.blogspot.com
SMA BOPKRI 2
Published on June 3, 2008 By bodanet In Blog Communities

Unjuk rasa atau mogok kerja sudah menjadi hal yang biasa di masa sekarang ini. Ada aksi yang dilakukan secara damai tetapi ada juga yang anarkis yaitu berupa pengrusakan fasilitas perusahaan atau penganiayaan terhadap orang-orang tertentu.
Dari kenyataan jika ada unjuk rasa tersebut maka timbul pertanyaan, apa yang sebenarnya terjadi…? Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka ada beberapa hal yang bisa dianggap sebagai pemicu unjuk rasa di perusahaan :
<ol><li> adanya tuntutan kesejahteraan</li>
<li>manajemen perusahaan yang tidak mau berunding dengan pegawai</li>
<li>peran lembaga tenaga kerja yang tak mampu menyelesaikan perselisihan antara pegawai dan pengusaha.
</li></ol>

Jika kita mau kritis melihat sesuatu, maka unjuk rasa yang terjadi pada dasarnya adalah karena adanya ganjalan / ketidakharmonisan hubungan antara pekerja dan pengusaha. Adanya tuntutan dari pegawai yang tidak ditanggapi oleh pucuk pimpinan, seringkali menimbulkan gejolak dan konflik yang diikuti unjuk rasa dan biasanya malah diikuti dengan pemogokan segala.
<div class="fullpost">
Tuntutan para pengunjuk rasa itu biasanya berkisar : UMP, PHK, Hak THR, Uang pesangon, Kenaikan upah, Uang makan, insentif, solidaritas, bonus, intimidasi/skorsing, kontrak kerja, pengangkatan pegawai, karier yang tidak jelas. Tetapi nampaknya factor gaji / upah inilah yang masih mendominasi tuntutan para pekerja yang dirasa sudah sangat tidak mencukupi biaya hidup. Hal ini wajar karena memang situasi perekonomian sang sangat parah sehingga para pekerja masih jauh dari sejahtera.

Ada teori dari Abraham Maslow dalam teori  Hirarki Kebutuhan yang dapat memotivasi dan meningkatkan produktifitas kerja :
<ol><li> Kebutuhan fisik : upah, rumah, sandang</li>
<li>Kebutuhan rasa aman : jabatan, kepastian karir, status pekerja yang jelas</li>
<li>Kebutuhan social : iklim kerja yang kondusif
</li>
<li>Kebutuhan pengakuan : penghargaan atas kinerja pegawai
</li>
<li>Kebutuhan aktualisasi diri : kesempatan untuk mengembangkan karier
</li></ol>

Jadi berdasarkan teori tersebut maka jika kebutuhan dasar dari para pekerja masih belum bias terpenuhi maka gejolak / konflik dipastikan masih akan selalu terjadi.

Okey, untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan bersama dikemudian hari maka saya mengusulkan beberapa hal :
<ol><li>Perlu adanya komunikasi dua arah yang terus menerus antara pihak manajemen dengan pekerja untuk mencegah prasangka dari kedua belah pihal sehingga tercapai hubungan kerja yang baik.</li>
<li>Pihak manajemen sebaiknya merespon tuntutan para pekerja secara cepat dengan pendekatan kepada pekerja, sehingga jangan sampai terjadi unjuk rasa yang sampai merugikan besar bagi perusahaan</li>
<li>Pihak manajemen sebaiknya bertindak cepat dan proaktif  jika ada permasalahan, sehingga hal-hal yang lebih buruk tidak akan terjadi.</li>
<li>Segera dibuat perangkat peraturan ketenagakerjaan terutama yang menyangkut unjuk rasa / mogok kerja yang akan merusak citra nama baik.</li></ol>

@ pemerhati


Comments
No one has commented on this article. Be the first!